SHARE

primaradio.co.id – Sebanyak 120 ribu ekor sapi betina akan diasuransikan. Ini merupakan bagian dari program Asuransi Usaha Ternak Sapi, yang digagas oleh Pemprov Jatim dan didukung penuh oleh pemerintah pusat, serta telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Sekretaris Tim Perlindungan Ternak Sapi Pemprov Jatim Setiadjit mengatakan bahwa program Asuransi Usaha Ternak Sapi akan segera diberlakukan dan rencananya, 2 Juni 2016 nanti. Jumlah sapi betina yang akan diasuransikan di Jatim mencapai 120 ribu ekor dengan nilai premi sebesar Rp 200.000 per tahun. Dari jumlah itu, Rp 160.000 ditanggung oleh pemerintah. Sehingga pemilik ternak hanya cukup membayar premi Rp 40.000 saja. Ini berarti, anggaran yang dikucurkan APBN untuk membantu program Asuransi Usaha Ternak Sapi ini mencapai sekitar Rp 19,2 miliar.

Setiadjit juga menambahkan, Jatim merupakan provinsi pertama yang akan menerapkan asuransi untuk ternak sapi. Hal ini karena Jatim merupakan sentra ternak sapi dan lumbung daging nasional, dengan kontribusi mencapai 28 persen. Khusus dipilihnya sapi betina, agar perlindungan lewat asuransi ini dapat terus menjaga populasi dan produksi ternak dan daging di Jatim. Ini sekaligus, wujud implementasi Perda nomor 3 tahun 2013 tentang perlindungan sapi dan kerbau betina.

Ternak sapi yang bisa diasuransikan, terutama sapi milik sentra peternak rakyat (SPR). Sapi juga harus sudah diregistrasi oleh kabupaten/kota asal serta diketahui oleh Dinas Peternakan Jatim, untuk legalisasi. Setelah itu, berkas asuransi diserahkan ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), salah satu perusahaan BUMN yang digandeng. Dengan mengikuti program Asuransi Usaha Ternak Sapi, peternak akan mendapat keuntungan. Jika sapi mati akan mendapat pertanggungan asuransi sebesar Rp 10 juta. (zum/nji)