SHARE

primaradio.co.id – Tahun 2017, Pemerintah Jawa Timur fokus pada perluasan dan percepatan provinsi industri yang mana telah tercatat pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jatim tahun 2017. Hal ini mengingat tahun 2016 Jatim telah mengukuhkan diri sebagai provinsi industri. Kontribusi industri terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim cukup besar, yakni mencapai 29,27 persen.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan bahwa untuk mewujudkan RKPD Jatim 2017, langkah yang dilakukan salah satunya, dengan membenahi struktur industri, mengembangkan dan memperkuat UMKM bagi kelompok bawah. Kontribusi sektor UMKM ini sangat besar, yakni 54,98 persen. Selain itu, prioritas RKPD 2017 juga untuk peningkatan mutu pelayanan dasar (pendidikan dan kesehatan), pengembangan kualitas SDM, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, pengembangan industri dan perdagangan, pengembangan koperasi dan UMKM, peningkatan kedaulatan pangan, peningkatan infrastruktur, kemaritiman dan kelautan, dan harmonisasi sosial.

Soekarwo juga menambahkan, pengembangan industri dan perdagangan, Jatim akan serius melakukan pengembangan industri primer, utamanya di kelompok agro. Pemprov bersama dengan 38 pemkab/pemkot juga akan bersama-sama mengembangkan industri tak hanya di perkotaan, tapi juga di pedesaan. Dalam pengembangan industri dan perdagangan, terdapat sistem online dari produsen ke konsumen pada 116 pasar di Jatim. Ini untuk memantau harga dengan SISKAPERBAPO, yakni pengembangan tools pemantauan pergerakan harga di 38 kabupaten/kota non penghitungan inflasi, dan pengendalian harga bahan pokok di 78 pasar. (zum/nji)