SHARE

primaradio.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia mencatat ada 5,9 juta penduduk atau 3,6 persen penduduk Indonesia masih buta aksara. Pemerintah menargetkan, dalam lima tahun bisa menyelesaikan permasalahan buta aksara tersebut.

Menurut Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Haris Iskandar mengatakan bahwa penyandang buta aksara didominasi oleh warga yang berusia di atas 45 tahun. Sebab, pada 1980-an, belum ada program wajib belajar. Sementara provinsi paling tinggi prosentase Papua masih tertinggi. Namun dilihat dari jumlah penduduk Jawa Timur juga tergolong tinggi.

Haris juga menambahkan, penanganan masalah buta aksara ini diserahkan Kemdikbud kepada setiap daerah sesuai kreativitas masing-masing. Pihaknya menargetkan pemberantasan buta aksara selesai dalam lima tahun ke depan. Kemendikbud pun menyiapakan anggaran khusus untuk memberantas buta aksara. (Zum/Nji)