SHARE

primaradio.co.id – Lima sekolah di Surabaya terpaksa Ujian Sekolahnya harus bergabung dengan sekolah lain. Hal ini karena sekolah tersebut sebagian memiliki kendala soal izin operasional hingga jumlah siswanya kurang dari ketentuan.

Dari data Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, sekolah-sekolah itu di antaranya SMA Bina Bangsa, SMA Trisila, SMA Cita Hati, SMA AL Uswah, dan SMA Kristen Anak Bangsa. Seperti 9 siswa SMA Bina Bangsa yang sudah dua kali menggabung US di SMAN 15.

Menurut Kepala SMAN 15 Khairil Anwar mengatakan bahwa US masih dilaksanakan dengan menggunakan kertas. Sebab, laboratorium (komputer) masih dipakai pelaksanaan UNP (ujian nasional perbaikan). Sekolah yang menggabung tersebut, wajib mengikuti peraturan US yang ditetapkan.

Sementara itu, siswa SMA Trisila US-nya bergabung dengan SMAN 6.

Menurut Waka Kurikulum SMAN 6 Ety Yuniadari mengatakan bahwa ada 34 siswa SMA Trisila yang bergabung US di SMAN 6. Terdiri dari 15 siswa MIA dan 20 siswa IIS. Tahun ini pertama kalinya pihak SMAN 6 menampung siswa dari sekolah lain.