SHARE

primaradio.co.id – Sebanyak 50 perusahaan minyak dan gas (migas) di Indonesia gulung tikar. Jumlah tersebut dipastikan bertambah, seiring dengan lesunya perekonomian serta melemahnya harga minyak mentah di pasaran dunia. Ditambah aturan pemerintah yang kurang tegas dalam menegakkan aturan pengeboran dan pemanfaatan sumber daya migas.

Menurut Presiden Direktur PT Lapindo Brantas Inc Tri Setya Sutisna mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 313 perusahaan migas. Dari jumlah itu, hanya 66 perusahaan yang masih menjalankan aktivitas produksi. Sedang perusahaan lainnya masih melakukan eksplorasi.

Tri Setya juga menambahkan, dari 50 perusahaan migas yang gulung tikar tersebut, selain perusahaan dalam negeri juga ada perusahaan asing. Khusus perusahaan migas yang masih produksi, salah satunya adalah PT Lapindo Brantas. (Zum/Nji)