SHARE
Kepala BPS Provinsi Jatim Dadang Hardiwan (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.co.id – Angka kemiskinan di Jawa Timur pada periode Maret 2020- September 2020 mengalami kenaikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Dadang Hardiwan mengatakan, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sebesar 4,58 juta orang. Meningkat 166,87 ribu orang dari Maret 2020 dan bertambah 529,97 ribu orang dari sebelumnya September 2019.

“Jika dilihat dari persentase penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2020 sebesar 11,46 persen. Meningkat 0,37 persen poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 1,26 persen poin terhadap September 2019, “tutur Dadang dalam rilis BPS secara virtual pada Senin (15/2/2021).

Sedangkan apabila dibagi secara persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020-September 2020 naik 0,48 persen. Untuk persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2020- September 2020 naik 0,39 persen.

“Kalau kita lihat antara perkotaan dengan perdesaan terjadi disparitas kemiskinan, dimana kota masih tinggi baik dibanding perdesaan, “imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan BPS, faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya angka kemiskinan di Jatim diantaranya inflasi umum cukup rendah. Selama periode Maret 2020- September 2020 besarnya inflasi umum cukup rendah, yaitu sebesar -0,07 persen.

Disamping itu harga eceran beberapa komoditas pokok mengalami penurunan. Selama periode Maret 2020-September 2020, beberapa komoditi makanan mengalami perubahan Indeks harga Konsumen (IHK).

“Pada September 2020, komoditi makanan menyumbang sebesar 75 persen pada garis kemiskinan, “katanya.

Berdasarkan komoditas makanan, secara persentase yang memberikan kontribusi cukup besar pada garis kemiskinan di perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, cabe rawit, cabe merah, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, serta daging ayam. (bee)