SHARE

primaradio.co.id – Pemerintah Kota Surabaya akan membentuk Kampung Tangguh di setiap kecamatan di Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, nantinya satgas kampung tangguh tidak hanya terdiri dari Muspika kecamatan, babinsa, babinkamtibmas, atau lurah tapi juga puskesmas melibatkan puskesmas.

“Ini bagus dibentuk satgas kampung tangguh. Saya akan minta ini  ada di kawasan khususnya yang pandeminya tinggi, “ungkap Risma usai menggelar Rapat Analisa dan Evaluasi pelaksanaan PSBB di Wilayah kota Surabaya, Jumat (22/5) di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya.

Lebih lanjut Wali Kota Risma menerangkan, nantinya satgas kampung tangguh akan menyerap langsung aspirasi masyarakat dari bawah. 

“Misalnya ada gejala seperti batuk, meski bukan covid-19 akan langsung ditindaklanjuti, “tambahnya.

Risma juga mengaku setuju dengan pendapat Kapolda Jatim Irjen Pol H. Mohammad Fadil Imran yang turut dalam kegiatan evaluasi PSBB tersebut. Kata Risma, terkait masalah ekonomi, satgas kampung tangguh juga berfungsi untuk menjaring warga yang kesulitan ekonomi namun malu untuk melaporkan kondisinya.

“Ada warga yang berani bicara, tapi ada juga yang tidak berani. Itulah tugas dari satgas kampung tangguh untuk sampaikan informasi tersebut ke Pemkot Surabaya, “ungkap Wali Kota perempuan pertama ini.

Adapun konsep Kampung Tangguh sempat dilontarkan olek Kapolda Jatim 

Irjen Pol H. Mohammad Fadil Imran. Dikesempatan yang sama, Fadil mengatakan pendekatan kampung tangguh mengajak masyarakat melakukan upaya mandiri untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Kita mengajak masyarakat ikut serta untuk memecahkan masalah.  Supaya itu bisa terjadi harus ada kerjasama berbagai pihak, “jelasnya.

Sementara itu, dalam rapat evaluasi PSBB, terkait meningkatnya angka Covid-19 kemarin, Kamis(21/5), yang signifikan, Wali Kota Risma mengaku, hal ini lantaran Pemkot Surabaya masif menggelar rapid test. Dari 311 orang yang positif, 48 adalah orang dengan resiko (ODR). “Namun yang ingin saya sampaikan, kenaikan ini karena kita masif melakukan rapid test dan kemudian kalau reaktif ditindaklanjuti oleh swab. Mungkin bapak ibu sekalian kaget,” paparnya.

Pada kegiatan itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan, berbagai upayanya dalam memutus pandemi Covid-19. Salah satu yang saat ini tengah gencar dilakukan adalah rapid test dan swab massal di sejumlah wilayah. Terutama daerah yang terdapat warga menjadi penularan Covid-19.

“Kenapa kemudian kami bisa memantau siapa saja yang terkonfirmasi. Karena setelah kami membuat klaster, kemudian kami menghubungkan dengan data kependudukan. Misalnya yang ada di daerah Rungkut,” jelasnya.

Berbagai upaya lain dalam penanganan Covid-19 juga dipaparkan oleh Wali Kota Risma. Di antaranya, membuat rumah sakit darurat yakni Asrama Haji, Sukolilo, yang disulap menjadi ruang isolasi dan perawatan pasien. Sebab, beberapa rumah sakit tidak menerima pasien anak-anak, sehingga diputuskan untuk diisolasi di tempat tersebut. “Jadi satu keluarga dimasukkan ke sana. Mengingat rumah sakit tidak dapat menampung anak-anak. Kita juga kasih mainan,” ungkapnya.

Adapun rapat koordinasi ini, dihadiri Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.(bee)