SHARE

primaradio.co.id – Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur bersinergi dengan Pemkot Surabaya me-launching penggunaan kartu e-money atau uang elektronik pada alat parkir meter, salah satunya di kawasan Taman Surya Balai Kota Surabaya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan kerjasama ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Non Tunai. Kota Surabaya sendiri menurut Difi sudah menunjukkan kemajuan pesat dalam penggunaan uang elektronik, sehingga saat ini transaksi non tunai masuk ke sektor perparkiran.

IMG_9277

“Kerja sama ini adalah salah satu bagian kita untuk implementasi daripada gerakan nasional non tunai. Surabaya sudah maju cukup pesat dalam implemantisanya, dan langsung masuk ke sektor yang memang, kalau diterapkan akan banyak mengurangi one two on tunai, khususnya perparkiran. Dan memang ini prioritas, kemapa ? karena seperti yang dikatakan oleh Bu Wali, upaya kita untuk meningkatkan pendapatan asli daerah melalui perparkiran itu sangat efektif kalau diterapkan sistem yang non tunai. Dan ini seperti yang diungkapkan Bu Wali, ini baru embrio.” kata Difi.

Difi juga mengatakan penggunaan parkir meter berbasis e-money justru akan memudahkan masyarakat agar tidak perlu repot-repot membayar tunai. Masyarakat cukup melakukan Top Up untuk mengisi saldo diantaranya di lima bank, yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan kartu co branding Bank Jatim dengan BCA.

Sementara itu Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan parkir meter yang menggunakan uang elektronik kedepannya akan diperluas di titik titik padat lainnya, demi memudahkan masyarakat. Risma juga berharap pendapatan parkir bisa meningkat dari tahun lalu yang hanya sebesar 24 persen, kini sudah mencapai 40 persen. Kedepannya harus mencapai 100 persen. (bee)