SHARE

primaradio.co.id – Kelahiran Bayi Watusi atau Banteng Afrika di Kebun Binatang Surabaya berasal dari indukan Taman Safari II, Prigen, Pasuruan pada 25 Maret 2013.

Menurut Pjs Direktur Utama PD Taman Satwa KBS, Aschta Boestani Tajudin mengatakan bahwa pada tahun 2014 sepasang Banteng Afrika tersebut melahirkan bayi Watusi dengan nama Fajar. Ankole-Watusi atau dikenal pula dengan nama Ankole-Bertanduk Panjang adalah jenis satwa domestikasi asli Afrika dan bisa bertahan hidup hingga 20 tahun. Ciri satwa ini, tanduk besar dan panjang, di mana jarak antar ujung tanduknya bisa mencapai 2,4 meter. Tanduk panjang ini digunakan sebagai alat pertahanan diri dan penyeimbang suhu tubuh di kala cuaca panas. Watusi dewasa mempunyai bobot antara 410-730 kg. Masa buntingnya sekitar 8-9 bulan dan rata-rata melahirkan satu anak setiap kali periode bunting.

Aschta juga menambahkan, bayi betina Watusi yang baru lahir ini akan diberikan air susu tambahan dengan takaran 144 cc setiap dua jam untuk memberikan kekuatan secepatnya sehingga bayi dapat berdiri dan selanjutnya memudahkan menyusui dari induknya. Tim Medis dan Perawatan Satwa akan terus memantau selama 24 jam atas kemajuan perkembangan dari bayi betina Watusi. Itu dilakukan sampai induknya mengambil alih perawatan.