SHARE

primaradio.co.id – Harga properti di Surabaya diprediksi bakal semakin terjangkau hingga akhir tahun 2016. Hal ini terlihat dari hasil hasil survei harga properti residensial (SHPR) Primer 1 dan Sekunder 2 yang memperlihatkan harga properti masih relatif stabil hingga triwulan IV-2016.

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Syarifuddin Bassara, mengatakan bahwa perkembangan Indikator Harga Properti Residensial (IHPR) Pasar Primer mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada level 0,9 persen jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya. Sedangkan rasio harga rumah (primer) terhadap UMK (upah minimum kabupaten/kota), untuk mengukur daya beli masyarakat Kota Surabaya terhadap sektor properti, berada pada level 32,53 kali UMK. Hal ini mengindikasikan daya beli masyarakat (khususnya kalangan menengah ke bawah) terhadap properti di Surabaya dan sekitarnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu pada level 36,02 kali UMK.

Syarifuddin juga menambahkan, pada triwulan I-2016, harga rumah diprediksi mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen (qtq) dipengaruhi oleh perubahan harga rumah tipe kecil (1,53 persen), tipe menengah (0,30 persen). Untuk harga properti sekunder, rumah tipe menengah dan menengah atas memiliki kontribusi yang hampir sama. Rumah tipe menengah mengalami peningkatan 0,69 persen (qtq) lebih tinggi dibandingkan tipe menengah atas, 0,65 persen (qtq), yang mengindikasikan tipe menengah lebih diminati.(zum/nji)