SHARE

primaradio.co.id – Bank Indonesia (BI) telah menurunkan BI Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 7 persen, dengan suku bunga deposit facility menjadi sebesar 5 persen danlending facility sebesar 7,5 persen. Selain itu, BI juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minum (GMW) primer dalam rupiah sebesar 1 persen dari 7,5 persen ke level 6,5 persen, yang mulai berlaku pada 16 Maret 2016 mendatang.

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan bahwa, secara umum penurunan BI Rate dan GMW berdasarkan beberapa evaluasi kondisi ekonomi yang membaik sejak kuartal IV 2015. Pada kuartal I tahun lalu, pertumbuhan ekonomi (PE) sampai 5 persen lebih. PE 5 persen ini faktor dominan berperan adalah pengeluaran pemerintah baik konsumsi ataupun infrastruktur dan investasi.

Kondisi yang membaik ini, mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian nasional yang utama adalah inflasi. Pada 2015 terlihat laju inflasi sampai 3,35 persen dan pada 2016 ini dengan kondisi di kuat dan adanya kondisi harga minyak yang turun membuat inflasi lebih terkendali.

Agus juga menambahkan, yang membuat BI Rate kembali diturunkan adalah neraca pembayaran Indonesia terus menunjukan kondisi semakin membaik, bahkan di kuartal IV menujukan hasil yang jauh dari perkiraan. Ini juga ditunjukkan dari transaksi modal dan financial yang cukup membiayai defisit yang terjadi di transaksi berjalan.(zum/nji)