SHARE

primaradio.co.id – Limbah minyak goreng (jelantah) bisa diolah menjadi bahan bakar biodiesel. Penggunaan bahan bakar biodiesel pada kendaraan diyakini bisa mengurangi pencemaran lingkungan, mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK), penciptaan sektor baru ekonomi hijau, dan memenuhi kewajiban blending bahan bakar untuk ketahanan dan kemandirian energi.

Sayangnya, pengolahan jelantah menjadi biodiesel selalu kalah bersaing dengan minyak curah yang lebih menguntungkan. Padahal, daur ulang jelantah menjadi minyak goreng curah akan meningkatkan zat-zat penyebab hipertensi, kolesterol, dan kanker di dalam tubuh.

Menurut peneliti senior dari Institut Studi Transportasi (Instran), Damantoro mengatakan bahwa jika Pemerintah serius mengembangkan biodiesel dari minyak jelantah akan bisa menurunkan pencemaran udara dan emisi GRK.

Biodiesel dari minyak jelantah ini akan bersaing harga dengan BBM nonsubsidi. Jika permintaan banyak maka tingkat campuran bisa dinaikkan bahkan lebih dari target blending pemerintah.