SHARE

primaradio.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan pada tingkat kesejahteraan petani. Padahal, bulan April 2016 memasuki masa panen yang melimpah, dan dengan meningkatnya kuantitas produksi tersebut, seharusnya kesejahteraan petani kian meningkat.

Menurut Kepala BPS Suryamin mengatakan bahwa nilai tukar petani (NTP) pada April lalu mengalami penurunan sebesar 0,1 persen dari sebelumnya 101,32 menjadi 101,22. Hal ini disebabkan karena anjloknya harga gabah. Sehingga, diharapkan agar pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan petani pasca penurunan harga gabah. Pasalnya, selama ini petani selalu tidak memperoleh keuntungan besar dari hasil panen yang diperoleh.

Suryamin juga menambahkan, salah satu cara yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah menjaga harga jual di pasaran. Penurunan harga jual di pasaran harus seimbang dengan harga jual tingkat petani. Dengan begitu, harga bahan kebutuhan pokok lainnya akan mengikuti.

Sekadar informasi, BPS mencatat harga gabah kering panen tingkat petani pada April lalu turun sebesar 9,36 persen menjadi Rp4.262 per kilogram. Sedangkan gabah kering giling pada tingkat petani juga mengalami penurunan sebesar 0,49 persen menjadi Rp5.474 per kilogram. Sedangkan pada tingkat penggilingan, harga gabah kering panen pada tingkat penggilingan turun sebesar 9,27 persen menjadi Rp4.340 per kg. Adapun harga gabah kering giling tingkat penggilingan adalah sebesar Rp 5.593 per kg atau turun 0,53 persen. (Zum/Nji)