SHARE

primaradio.co.id – Sekeras apa pun aku berusaha kurus, tapi kalau maunya Tuhan aku berbadan gemuk, aku mau bilang apa?
Dili. Malam hari.

Saya baru saja selesai bicara di sebuah acara. Sebelum kembali ke hotel, saya mengobrol dengan beberapa orang panitia yang masih tinggal. Seorang panitia yang bertubuh subur memakai t-shirt dengan tulisan yang membuat saya kagum.

Bunyinya,
“Saya tidak gendut. Hanya kurang tinggi!”
Salut!

Saya angkat topi. Wanita ini tetap cantik dengan tubuh suburnya.
Sejak dulu saya menghargai orang bukan dari bentuk tubuh, tetapi dari isi otak dan kualitas hati. Bagi saya, gemuk atau kurus, masing-masing punya daya tarik sendiri-sendiri. Lalu, mengapa banyak di antara kita yang menjadi baper saat dijuluki, “Gendut” atau “Kerempeng”? Ini masalahnya: KURANG PERCAYA DIRI!
Apakah Anda gemuk atau kurus sebenarnya no problem. Masalahnya adalah reaksi Anda terhadap ucapan yang ditujukan kepada Anda.

Berikut beberapa kutipan yang bisa membuat Anda percaya diri kembali:

1. Gendut itu semacam montok kebablasen,

tapi tetap seksi, kan?
Artinya? Kita bisa menerima diri kita apa adanya. Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kadang kelebihan. Kadang kekurangan. Asal kita bisa memandang kelebihan berat badan sebagai sesuatu yang seksi, kita menjadi lebih percaya diri.

2. Gendut itu ngangenin untuk dipeluk

Kita bisa memilih sisi positif dari apa yang orang anggap sebagai sisi negatif. Asal kita tetap merasa nyaman dengan berat badan kita, mengapa harus merana? Bukankah ada orang-orang yang justru senang memiliki pasangan yang gemuk ketimbang yang kurus kering?

3. Gendut adalah langsing yang tertunda

Kita masih punya kesempatan untuk berubah. Jika kita menginginkan untuk mengurangi berat badan, asal kita kerjakan dengan tekun dan sungguh-sungguh, perubahan itu pasti ada. Selama proses itu, untuk apa kita mengasihani diri sendiri?

4. Sekeras apa pun aku berusaha kurus tapi kalau maunya Tuhan aku berbadan gemuk, aku mau bilang apa?

Syukuri aja.
Ini yang luar biasa. Di satu sisi, dia sudah berusaha untuk mengurangi berat badannya. Namun, jika toh gagal, mengapa harus baper? Bukankah lebih baik mengucap syukur, sehingga tidak semakin tersungkur.

5. Aku gemuk aja lucu, apalagi kurus!

Kebayang, kan?
Maknanya dalam sekali. Artinya, di samping menyadari bahwa dirinya memang gemuk, orang yang berani berkata seperti ini tetap mensyukurinya. Di samping itu, dia tetap berusaha untuk mengejar keinginannya untuk menjadi kurus.

Apa yang bisa kita pelajari dari kelima kutipan di atas?

1. Penerimaan diri

Seperti halnya saya tidak mungkin minta dilahirkan sebagai orang bule, gemuk atau kurus belum tentu karena kelebihan atau kekurangan makanan.

Ada orang yang makannya sedikit tetap saja berbadan subur, sedangkan yang makannya banyak bisa tetap kurus.

2. Yang penting bukan apa kata orang, tetapi apa kata Tuhan

Orang bisa saja berkomentar negatif tentang bentuk atau ukuran tubuh kita, tetapi Tuhan menciptakan kita unik.
“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” – Pemazmur

3. Jauh lebih penting karakter ketimbang penampilan

Saya punya banyak sahabat yang bertubuh subur. Banyak juga yang kurus kering. Namun, boleh saya katakan, sebagian besar dari mereka mempunyai karakter yang baik dan prestasi yang patut dibanggakan.

Saya bangga jika berjalan bersama mereka!

4. Bukan apa yang orang katakan tentang kita, tetapi apa reaksi kita terhadap perkataan mereka

Kita seringkali jatuh dalam rasa mengasihani diri sendiri karena gagal mengelola diri dengan baik.
Ucapan orang – sesinis atau sesarkas apa pun – tetap akan menjadi milik mereka dan tidak melukai kita,

kecuali kita mengizinkannya!

5. Saat kita fokus kepada kelebihan kita, dunia akan tampak indah dan lebih nyaman untuk ditinggali

Saya pernah disebut kerempeng kayak cacing waktu masih muda. Ketika menikah pun berat badan saya sama dengan istri saya, 45 kilogram. Ketimbang memasukkan ke hati, saya lebih suka menyebut diri saya sendiri “Kurniawan” singkatan dari Kurus Tinggi Menawan. Orang yang mendengarnya tertawa dan, ajaib, saya pun ikut happy!

“Confidence will make you happier than any diet ever will!”