SHARE

primaradio.co.id – Kewajiban melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Surabaya, membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) khawatir, namun mereka juga mengapresiasi.

Menurut Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengatakan bahwa meskipun 100 persen wajib UNBK, diharapkan Surabaya menjadi contoh daerah lainnya. Berdasarkan data Dindik Jatim, jumlah penyelenggara UNBK ada 481 lembaga. Jumlah ini paling tinggi di tingkat nasional. Di tingkat Provinsi Jatim, Surabaya menjadi daerah terbanyak yang menyelenggarakan UNBK.

Saiful juga menambahkan, perlu ada antisipasi yang cermat dari Surabaya. Baik terkait sarana pra sarana, maupun kesiapan siswa. Mobilisasi siswa misalnya, mereka biasa berangkat dari rumah ke sekolah sendiri lebih dekat harus berpindah ke sekolah lain yang mungkin lebih jauh jaraknya. Di sisi lain, Dindik Jatim berharap sekolah dapat mempersiapkan sarana dan prasarana seperti server dengan jeli. Hal ini diperlukan peran-peran proktor yang mumpuni. Termasuk jika harus menerjunkan proktor dari SMA/SMK untuk memperkuat UNBK SMP/MTs. (zum/nji)