SHARE

primaradio.co.id – Rider andalan Tim Pramac Ducati, Danilo Petrucci telah memutuskan akan berganti tim usai balapan MotoGP 2018. Hal ini terbilang mengejutkan mengingat pada musim lalu, Petrucci tampil meyakinkan bersama Pramac Ducati.

Namun rider asal Italia mengakui sudah memiliki rencana untuk masa depannya begitu balapan MotoGP 2018 berakhir.

Petrucci menjelaskan bahwa keputusan yang dia ambil sudah dipikirkan dengan matang. Pebalap berusia 27 tahun tersebut ingin karir balapnya lebih baik dengan mencoba membela tim pabrikan. Pasalnya, dia tak ingin terus berada di tim satelit seperti yang dilakukannya dalam beberapa musim terakhir, sehingga musim balap MotoGP 2019 dirasa menjadi waktu yang tepat untuk keluar dari Tim Pramac Ducati.

Sebelum memutuskan untuk hengkang, Petrucci sebenarnya telah melakukan pembicaraan dengan manajemen Tim Ducati terkait posisinya. Mereka tidak memungkiri bahwa Petrucci memiliki potensi untuk menjadi pembalap di Tim Ducati Corse pada musim 2019. Namun, Petrucci menyadari bahwa potensi tersbeut terbilang kecil, mengingat saat ini Ducati Corse dihuni oleh Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso.

Petrucci juga membantah kabar yang menyebut alasan dirinya hengkang adalah karena dipecat oleh Ducati. Kabar tersebut merebak lantaran Ducati memiliki prinsip bahwa Pramac dikhususkan untuk meningkatkan potensi pembalap muda, sementara Petrucci kini sudah berusia 27 tahun.

“Saya membaca di koran bahwa saya sudah dipecat dan Bagnaia akan mengambil posisi saya. Paolo Campinoti dan saya menyadari hal ini. Dia menarik saya entah dari mana (pada akhir 2014),” ucap Petrucci, mengutip dari Crash, Rabu (24/1/2018).

“Namun kami tahu bahwa ini akan menjadi tahun terakhir kami bersama, sikulsnya hampir selesai. Ini juga arti dari proyek Pramac. Saya memiliki kontrak dengan Ducati. Saya memiliki opsi yang akan berakhir pada bulan Juni untuk melangkah ke tim pabrikan – kalau tidak, maka saya berstatus free agent,” tandasnya. (joe)