SHARE

primaradio.co.id – Terkait kedatangan terdakwa kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto yang mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/1/2017), juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebut, penyidik KPK hendak melakukan pengembangan perkara korupsi e-KTP.

“SN dimintakan keterangan untuk keperluan pengembangan perkara e-KTP,” kata Febri saat dihubungi Tempo, Rabu.

Febri mengatakan, keterangan Setya diperlukan untuk mendeteksi keterlibatan pihak lain. KPK menduga ada pihak lain yang terseret dalam kasus e-KTP ini. Namun Febri tak menyebutkan siapa pihak lain yang dimaksudnya itu.

Sementara saat ditanyai wartawan perihal keperluannya ke gedung KPK, Setya hanya menjawab, “Klarifikasi.”

Sidang perdana pokok perkara Setya berlangsung pada 13 Desember 2017. Jaksa mendakwa Setya telah memperkaya diri dengan menerima aliran dana e-KTP sebesar US$ 7,3 juta.

Tak terima dengan dakwaan jaksa, Setya pun mengajukan keberatan. Alhasil, diselenggarakan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi Setya pada 20 Desember 2017. Tim kuasa hukum Setya menilai dakwaan jaksa tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.

Sidang berlanjut dengan mendengarkan tanggapan jaksa pada 28 Desember 2017. Setelahnya, hakim akan memutuskan apakah menerima atau menolak eksepsi Setya Novanto. Keputusan hakim dibacakan dalam sidang keputusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis, 4 Januari 2018.

Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, mengutarakan kliennya siap mendengarkan keputusan hakim pengadilan tindak pidana korupsi. Maqdir berujar, Setya bersedia mendengar apakah hakim menerima atau menolak eksepsinya. (*)

sumber : tempo