SHARE

primaradio.co.id – Lesunya eksport industri mebel tahun 2015 lalu, diprediksi akan berlanjut di tahun ini. Pasalnya, untuk bertahan di angka seperti tahun 2015 saja pelaku industri pesimistis.

Tercatat tahun 2015, angka eksport mebel hanya mencapai 1,72 dolar Amerika Serikat (AS), turun sekitar 6,3 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai 1,879 miliar dolar AS.

Menurut Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), Rudi Halim mengatakan bahwa tahun ini industri mebel akan sulit untuk tumbuh. Bahkan, ada potensi sejumlah perusahaan mebel bakal tutup tahun ini.

Rudi juga menambahkan, negara tujuan eksport mebel Indonesia tertinggi Amerika yang mencapai 40 persen. Disusul ke Eropa 30 persen, dan sisanya eksport mebel dan kerajinan ke kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Merosotnya eksport mebel karena buyer dari sejumlah negara yang biasanya memesan produk Indonesia, belakangan mulai berpindah memesan ke negara lain. Terutama ke Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Filiphina, dan sejumlah negara lain. Hal ini menunjukkan daya saing yang semakin menurun akibat banyak kendala dari pelaku industri mebel. Diantaranya, sulitnya mendapat bahan baku impor, banyaknya peraturan dari pemerintah yang tidak pro industri mebel dan sejumlah kendala lain.