SHARE

primaradio.co.id – Ketergantungan import Indonesia nampaknya tak hanya pada kebutuhan pokok saja. Selain bahan kebutuhan pokok, sejumlah import barang industry lain juga terus mengalami peningkatan. Terutama, barang jadi yang bisa langsung diperdagangkan begitu tiba di Indonesia.

Menurut Ketua Organda Tanjung Perak, Kodi Lamahayu mengatakan bahwa dengan kondisi tersebut, berarti investasi di Indonesia akan sulit berkembang. Yang kemudian, berimbas pula pada multiplier efek berbagai sektor lain. Termasuk perusahaan angkutan dan sebagainya yang berkaitan dengan industry.

Kodi juga menambahkan, kondisi itu juga berarti bahwa daya saing produksi dalam negeri lemah. Biaya import sangat tinggi, bunga bank juga tinggi, dan proses import juga cukup lama sampai sekitar tiga bulan. Tetapi, barang hasil import yang dijual di Indonesia harganya lebih murah. Padahal, daya saing merupakan salah satu hal utama memasuki era MEA (masyarakat ekonomi Asean). (zum/nji)