SHARE

primaradio.co.id – Komisi C DPRD Surabaya menilai Wali Kota Surabaya lemah dalam menyelesaikan masalah pembangunan Pasar Turi Baru. Padahal diketahui bahwa pembangunan gedung pasar tradisional semi modern tersebut menyalahi berbagai kontrak kerjasama, namun Pemkot Surabaya terkesan takut dengan investor PT Gala Bumi Perkasa (GBP).

Menurut anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsesnsius Awey mengatakan bahwa sebelumnya Risma dengan tegas selalu berkoar-koar akan membela pedagang Pasar Turi. Namun, saat ini justru terlihat diam saja. Pihaknya mendesak agar Tri Rismaharini menghentikan rencana grand opening Pasar Turi Baru yang rencananya akan dilaksanakan pada 18 Maret mendatang. Bahkan awey mengaku siap memback up jika Risma tetap takut. Pasalnya pembangunan Pasar Turi tersebut berlawanan dengan beberapa kontrak kerjasama dengan Pemkot Surabaya. Diantaranya adalah pelanggaran desain gedung. Selain itu, banyak perubahan tata letak stan. Sesuai kesepakatan dengan Pemkot Surabaya bahwa Pasar Turi Baru akan dibangun enam lantai, tapi nyatanya menjadi sembilan lantai. Perubahan lay out dan lantai ini tanpa ada perbaruan kontrak.

Awey juga menambahkan, selain melanggar kontrak dengan Pemkot, PT GBP juga merubah kesepakatan secara sepihak dengan pedagang. Perubahan ini sangat merugikan pedagang. Apalagi pedagang didesak menyelesaikan sisa pembayaran.

Sebelumnya, beberapa pedagang Pasar Turi mendatangi gedung DPRD Surabaya. Pedagang tersebut meminta dukungan dewan agar Pemkot Surabaya menghentikan rencana grand opening Pasar Turi Baru yang dilaksanakan pada 18/3/2016.