SHARE

primaradio.co.id – Rencana Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim untuk mengubah jurusan SMK yang tidak diminati menjadi SMK rujukan harus dipikirkan ulang. Pasalnya pemberlakuan SMK rujukan yang dilaksanakan setelah berlakunya UU 23 Tahun 2017 ini untuk semua kalangan dan profesi, tidak hanya anak usia sekolah.

Menurut Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Dai, mengatakan bahwa dual fungsi ini akan terjadi saat SMK rujukan memang dibuka untuk segala usia. Dengan masa tempuh belajar yang lebih singkat dan menyerupai pelatihan akan sama dengan fungsi Dinas Ketenagakerjaan.

Suli juga menambahkan, fungsi SMK ini harus memprioritaskan anak usia sekolah yang tidak bisa mendapat pendidikan yang lebih tinggi. (zum/nji)