SHARE

primaradio.co.id – Dewan Kota Surabaya meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya segera merealisasikan program pemasangan master meter. Master meter ini merupakan pipa utama distribusi kemudian pipa tersier yang masuk ke rumah-rumah dikelola oleh warga sendiri melalui RT dan RW atau kelompok warga. Hal ini berguna untuk mengatasi pelayanan ke rumah warga yang status lahannua masih menjadi hambatan.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njono, mengatakan bahwa meski pelayanan PDAM sudah di atas 93 persen, namun masih banyak masyarakat mengeluhkan pelayanannya. Untuk tahap I, master meter akan dipasang di 22 titik dengan jumlah rumah yang terlayani mencapai 1.149 RT. Di antaranya di Kebonsari, Keputih, Kertajaya, Kalisari, Alon-Alon Contong, Bubutan, Krembangan Selatan, Medokan Semampir, Jepara, Ngagel, Tegalsari, Pegirikan, Tambakrejo, dan Sawunggaling.

Herlina juga menambahkan, masalah yang membuat 7 persen warga belum terlayani dari target 500.000 hingga di akhir tahun 2018 adalah status tanah rumah warga yang masih berada di atas milik PT KAI dan Pengairan. Sehingga untuk masuk di wilayah itu, PDAM harus melakukan koordinasi dengan pemilik lahan. (zum/nji)