SHARE

primaradio.co.id – Menanggapi beragam evaluasi sekolah di Surabaya, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan bahwa buku kurikulum tahun 2015 memang terkendala pengalokasian dana BOS yang tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk buku. Buku kurikulum itu, beredar di pasaran tidak semuanya sesuai dengan kurikulum di sekolah.

Reni meminta Dindik tak hanya memantau sekolah mandiri untuk pengadaan buku, tetapi juga sekolah sasaran dari pusat. Buku tiap tahun dianggarkan, siswa tidak memerlukan lagi lembar kerja siswa (LKS) tersendiri.

Sedang terkait gaji guru, perlu ada evaluasi dana bopda. Sehingga bisa memberikan gaji layak pada guru. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan kesenjangan dengan tenaga sekolah yang lain. Terkadang, gaji guru masih kalah dengan tenaga keamanan dan kebersihan, karena gajinya langsung dari dinas. Sedangkan GTT dari bopda. (Zum/Nji)