SHARE

primaradio.co.id – Berdasarkan data Dinkes Jatim selama tahun 2015 ada 19.942 kasus DBD dengan jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 277 penderita, sehingga tingkat Case Fatality Rate (CFR) mencapai 1,4 persen.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinkes Jatim, Ansharul mengatakan bahwa kasus DBD yang terjadi di awal tahun ini hingga 29 Januari 2016 situasi DBD di Jatim sebanyak 1402 kasus dan 37 penderita meninggal dunia. Selain 5 kota di Jatim yang rawan, tercatat Kota Surabaya di tahun 2015 berada pada urutan 20 dengan 578 kasus, sedangkan pada awal tahun ini hingga tanggal pertengahan Januari 2016, juga masih berada di urutan ke-20 dengan 11 kasus.

Mengenai penyakit DBD ini Dinkes Jatim juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan ke kabupaten/kota, agar selalu melakukan pendampingan penanganan kasus DBD di Rumah Sakit dan Pusat Kesheatan Masyarakat (PKM) di kabupaten untuk lebih prioritas, pendistribusian logisik larvasida dan insektisida, dan melakukan bimbingan teknis (Bimtek) penyelidikan epidemologi ke kabupaten/kota Jatim.