SHARE

primaradio.co.id – Pemanfaatan eks Siola sebagai pusat pelayanan diharapkan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya mampu menghidupkan kembali budaya kuno Surabaya. Yaitu mlaku-mlaku nang tunjungan dengan mengoptimalkan jalur pedestrian.

Menurut Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, saat ini pihaknya sudah membongkar sebanyak 13 fasad bangunan. Nantinya, setelah terlihat wujud asli bangunan, akan dilaksanakan restorasi terhadap fisik bangunan tersebut.

Wiwiek juga menambahkan, sebagian besar pemilik bangunan sangat kooperatif ketika bangunan mereka hendak dibongkar fasadnya. Bahkan, tiga dari 13 pemilik bangunan telah secara mandiri melakukan pembongkaran fasad. Diantaranya, Optik Seis, Rabo Bank, dan Hotel Premium. Sisanya, meminta bantuan dari Pemkot untuk membantu pembongkaran fasadnya.

Pembongkaran fased tahap pertama dilakukan di sisi timur dan kemudian tahap selanjutnya berlanjut ke sisi barat kawasanTunjungan. Pemkot juga mengajak beberapa pihak yang memiliki maksud serta tujuan yang sama untuk menghidupkan lagi suasana kawasan Tunjungan seperti masa lalu.(zum/nji)