SHARE
Buruh mengangkat barang di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulsel, Rabu (2/7). Pada bulan suci Ramadan 1435 H, aktivitas bongkar muat kapal antar pulau di pelabuhan Paotere Makassar meningkat dan diperkirakan akan terus meningkat hingga menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/ss/mes/14

primaradio.co.id – Perdagangan dalam negeri atau antar pulau Jatim tahun 2016 ditargetkan naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Ardi Prasetiawan mengatakan bahwa pada tahun 2015, nett perdagangan dalam negeri naik 10,52 persen atau Rp 9,5 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mewujudkan hal itu, Disperindag Jatim akan menggelar 10 misi dagang ke provinsi lain. Hingga triwulan pertama, empat misi dagang telah dilakukan, dan berhasil membukukan transaksi mencapai Rp 331 miliar.

Rinciannya, misi dagang di Pontianak menghasilkan transaksi Rp 22 miliar. Lalu di Ternate jumlah transaksi naik menjadi Rp 78 miliar. Kemudian di Makassar nilainya naik lagi menjadi Rp 99 miliar. Dan saat misi dagang digelar di Surabaya nilai transaksi mencapai Rp 132 miliar. Sedangkan misi dagang ke kelima akan digelar di Batam, 20 April nanti. Setiap misi dagang, sebanyak 25 orang pelaku usaha asal Jatim dibawa dipertemukan dengan 150 orang pengusaha dari provinsi yang dituju. Forum inilah yang dipakai untuk transaksi dan menawarkan produk dan komoditas asal Jatim dengan provinsi lain.

Sementara itu, berdasar Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tahun 2015 ekspor komoditi asal Jatim ke provinsi lain mencapai Rp 452,20 triliun. Sementara impor dalam negeri Rp 352,37 triliun. Ini berarti ada surplus hingga Rp 99,83 triliun. Untuk ekspor, terjadi kenaikan 8,73 persen (Rp 36,32 triliun) dibandingkan tahun 2014. Sementara impor juga naik, tapi hanya 8,24 persen (Rp 27 triliun). (zum/nji)