SHARE

primaradio.co.id – Menanggapi banyaknya pekerja asing ilegal yang masuk di Jawa Timur, dewan Jawa Timur rata-rata menjadi pembantu rumah tangga dengan gaji relatif murah.

Menurut Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im mengatakan bahwa dalam praktiknya, banyak tenaga kerja asing (TKA) yang tidak bekerja sesuai kompetensi. Ada yang menjadi tenaga kasar di Jatim. Yaitu pekerja berasal dari Tiongkok dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji murah.

Suli juga menambahkan, Pemprov Jatim perlu segera mengantisipasi serbuan TKA khususnya dari Myanmar dan Thailand. Sehingga perlu adanya peraturan daerah (perda) yang mengatur khusus soal TKA yang masuk di Jatim.

Pemprov memang sudah memasukkan naskah akademis dan draft perda soal TKA. Dalam draft itu diatur bahwa TKA harus bisa sekurangnya berbahasa Indonesia dan bahasa daerah. Selain perda, pemprov harus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Jatim, antara lain dengan menambah bantuan beasiswa maupun fasilitas di kampus. Harapannya, kompetensi keilmuwan lulusan universitas di Jatim bisa bersaing dengan lulusan universitas di negara ASEAN. (Zum/Nji)