SHARE

Pengerjaan proyek jalan tol akses ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu (11/3). Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah membutuhkan lebih dari US$ 400 miliar untuk membangun jalan tol,bendungan dan pembangkit listrik. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur tersebut diperlukan untukmemangkas biaya logistik sekaligus menyokong era manufaktur. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/03/2015

primaradio.co.id – Di tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum stabil. Hal tersebut di buktikan pada kuartal pertama hanya mencapai 4,7 persen. Lambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut di perparah dengan sentimen seperti IHSG dan Rupiah juga mengalami tekanan.

Wito Mailoa, selaku Direktur PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mengatakan, dengan kondisi seperti ini maka para investor harus mengetahui sektor yang menarik. Rupiah hingga saat ini sudah terdepresiasi lebih dari 35 persen, banyak analis awal tahun ini memprediksi IHSG akan bullish hingga ke level 5.500-6.000. Dari sekian banyak tantangan tersebut, pelaku investor harus mampu melihat sektor yang menarik.

Pihaknya menambahkan, sektor infrastrurktur akan terus bertahan hingga akhir tahun ini. Hal tersebut seiring anggaran pemerintah yang baru mencair pada pertengahan tahun ini. Investor institusi dan ritel harus melihat fundamental ekonomi nasional ke depan. (Zum/Nji)