SHARE

primaradio.co.id – Hari ini (8/02/2016) FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) sebanyak 2000 peserta mengadakan kongres ruangan, yang terdiri dari sekitar 1450 buruh dan 500 ketua komite. Keseluruhan anggota kongres tersebut berasal dari beberapa propinsi seperti Aceh, sumatera selatan, sumatera barat, kepulauan riau, lampung, banten, dki jakarta, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, gorontalo, sulawesi selatan.

Menurut presiden KSPI, Iqbal Said mengatakan bahwa pihaknya akan menentukan strategi untuk menghentikan gelombang PHK buruh secara besar-besaran, yang akhir tahun 2015 kemarin sudah mulai dilakukan oleh beberapa perusahan. Pasalnya, hampir 50.000 buruh sudah ter-phk akhir 2015. Dan pada tahap selanjutnya akan menimpa beberapa sektor industri padat modal antara lain elektronik, otomotif, perbankan, perminyakan dan pertambangan yang menyebabkan banyak pemodal keluar atau berhenti berinvestasi.

Iqbal juga menambahkan, pemerintah dalam hal ini presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dinilai kurang tegas. Sebab, sampai saat ini pemerintah belum memiliki solusi untuk memutus gelombang PHK. Padahal, telah ada 9 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. Selain itu pemerintah juga telah membuat Peraturan Pemerintah no 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dengan tujuan memperbaiki sistem perekonomian serta kesejahteraan para buruh. Namun hingga hari ini buruh masih belum merasakan imbas dari penerapan paket kebijakan yang sudah 9 kali berganti dan Peraturan Pemerintah no 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.(zum/nji)