SHARE

primaradio.co.id – Adanya rencana Kabupaten Mojokerto untuk keluar dari ring 1 penetapan UMK ditanggapi oleh serikat buruh. Serikat buruh menilai rencana itu salah kaprah, karena penetapan itu dari Gubernur Jatim.

Menurut Koordinator aksi dan advokasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Agus Supriyanto mengatakan bahwa para buruh tak setuju dengan rencana itu. Sebab, kenaikan UMK sudah melalui mekanisme yang sesuai dan regulasi yang ada. Penetapan besaran UMK oleh Gubernur Jatim bukan hanya berdasarkan kata ring 1 atau ring 2. Namun ada regulasinya.

Agus juga menambahkan, kekhawatiran investor di Kabupaten Mojokerto akan turun sebenarnya tak beralasan. Pasalnya, arah pembangunan sistem yang ada di Jatim hampir merata, dengan dibangunnya kawasan industri dan sarana penunjang seperti jalan tol barat Jatim. (Zum/Nji)