SHARE

primaradio.co.id – Revisi Perda yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ditanggapi skeptis oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Menurut Koordinator Aksi dan Advokasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Agus Supriyanto, mengatakan bahwa kewajiban berbahasa Indonesia tak menyelesaikan masalah serbuan TKA.

Dijelaskan, FSPMI memiliki jaringan kuat para buruh internasional. Dicontohkan regulasi TKA di Australia, para TKA wajib membayar pajak yang nilainya fantastis, yaitu 40 persen dari gaji. Bahkan di Amerika sampai 50 persen. Kalau ini yang diterapkan, pasti tenaga kerja lokal terlindungi. Menurutnya, para TKA ini akan berpikir dua kali untuk masuk ke Indonesia karena pajak yang tinggi. Pun jika TKA ini nekat bekerja, akan memberi keuntungan dari sisi pajak yang nantinya bisa digunakan untuk pembangunan.

Agus juga menambahkan pihaknya tengah memperjuangkan masuknya wacana tersebut ke revisi Perda Ketenagakerjaan Jatim. Dan saat ini masih diproses. (zum/nji)