SHARE

primaradio.co.id – Gubernur Soekarwo kembali menegaskan pentingnya keadilan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, saat memberi sambutan pada acara Serah Terima Jabatan Walikota dan Wakil Walikota Batu dan Pidato Walikota Batu di Gedung DPRD Kota Batu, Senin (8/1).

Ditambahkan, masalah keadilan menjadi tugas pemerintah, sedangkan keamanan dan kriminal menjadi tugas TNI dan Polri. “Jangan dibiarkan yang kecil kalah dalam bertarung dengan yang besar, ya pasti kalah. Untuk itu, yang kecil harus diurus pemerintah dan yang besar difasilitasi,” tegas Pakde Karwo.

Yang kecil, lanjutnya, harus diutamakan dan diberdayakan serta dibantu agar mereka bisa dan mampu berkarya. Kalau sudah bisa berkarya, dipastikan mereka bisa hidup dan berkembang. Sementara itu, yang besar difasilitasi. Dengan demikian, mereka sama-sama bisa hidup berdampingan dan berkembang dengan baik.

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo minta Pemerintah Kota Batu harus mempunyai komitmen terhadap proses pembangunan berkelanjutan yaitu yang baik harus dilanjutkan. Jangan sampai program pembangunan dibongkar semua dan membuat program baru semua, tidak mengindahkan program pembangunan yang lama meskipun itu bagus. “Jadi harus ada kesinambungan, yaitu yang baik dilanjutkan dan yang kurang baik diganti dengan program pembangunan yang baru,” tegas Pakde Karwo.

Gubernur juga mengingatkan bahwa pemegang otoritas keuangan itu ada pada walikota bukan di wakil walikota. Untuk itu harus segera dibicarakan dengan DPR mengenai rencana program pembangunan dengan baik dan transparan.

Pengelolaan keuangan harus benar-benar transparan. Apalagi saat ini proses perencanaannya juga sudah online melalu program E-Budgeting.

Menyinggung, komitmen RPJMD Kota Batu dengan Nawa Bhakti ( Pembangunan berkelanjutan) yaitu membangun Batu dari pinggiran yaitu dengan Desa Berdaya dan Kota Berjaya , Pakde Karwo menyarankan, selain membangun daerah menggunakan budaya, satu hal paling penting lainnya dan menjadi dasar dalam keberhasilan pembangunan yakni spiritual. Dengan landasan agama yang kuat, diyakininya semua akan menjadi baik dan jalannya lancar.

Selain tokoh agama, tokoh masyarakat juga hendaknya dilibatkan dan diajak ngomong atau rembukan. Dengan ngumpul bareng membicarakan rencana program, hasilnya akan jauh lebih baik dan bagus dari pada hasil yang dipikirkan sendiri, sebab, hasil pikiran sendiri belum tentu bisa diterima oleh orang lain. “Baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain,” ujarnya. (*)