SHARE

primaradio.co.id – PTPN XI mengakui tingginya harga gula akibat stok gula dipasaran yang memang terbatas. Tercatat pada awal tahun 2016, stok gula sebanyak 900.000 ton. Secara nasional, konsumsi sebulan berkisar antara 200.000 – 230.000 ton. Meskipun demikian, stok gula tersebut mampu tercukupi hingga 5 bulan atau cukup hingga masuk musim panen pada bulan Juni 2016.

Menurut Direktur Pemasaran dan SDM PTPN XI Kholidi mengatakan bahwa harga gula lokal di pasaran yang mencapai Rp 17.000 per kilogram memang terlalu tinggi. Bahkan tingginya harga gula tersebut juga disebabkan oleh kepanikan pasar. Akibat persediaan yang terbatas tersebut, ditambah aksi borong gula oleh masyarakat untuk persiapan menyambut Puasa, membuat gula langka di pasaran dan dimainkan spekulan sehingga harganya juga melambung tembus Rp 17.000 per kilogram. Padahal, tahun lalu, harga lelang gula di petani cukup ideal, yakni berkisar antara Rp 10.000 – 11.000. Sampai di pasar harganya berkisar Rp 12.500 – 13.000 per kilogram. Ini berarti, harga gula lokal sekarang lebih mahal sekitar Rp 4.000 dibanding 2015.

Kholidi juga menambahkan, aksi borong gula yang dilakukan masyarakat lebih karena faktor demi rasa aman. Yakni, untuk persiapan saat puasa. Kondisi tersebut diperparah, stok gula yang ada di Jatim sebagai lumbung gula nasional juga dibawa ke luar untuk memenuhi kebutuhan gula di provinsi lain. Kholidi optimis pertengahan bulan Puasa stok gula di Jatim akan aman. Karena awal bulan Juni nanti, pabrik gula sudah mulai melakukan penggilingan. Setelah itu akan langsung dikirim memenuhi permintaan pasar. (zum/nji)