SHARE
Pameran bertajuk Tanah Air Beta di galeri Paviliun HoS (Foto: Dok HoS)

primaradio.co.id – Berbeda dengan seni rupa terapan atau seni kriya, keramik seni rupa murni lebih mengutamakan nilai estetika, tercipta bebas tanpa mempertimbangkan fungsi dan kegunaannya. Untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan ragam bentuk keramik seni rupa murni ini, Galeri Paviliun House of Sampoerna menggandeng seniman muda dari jurusan Seni Rupa Murni STKW menggelar pameran bertajuk Tanah Air Beta pada tanggal 6 – 27 Maret 2020.

Tanah Air Beta dipilih sebagai judul pameran oleh 14 seniman muda STKW, untuk menjelaskan material dalam proses pembuatan keramik yaitu Tanah sebagai bahan dasar, Air unsur utama penyatu bahan lainnya dan Beta yang digambarkan sebagi keahlian serta kejelian masing-masing seniman dalam menghantarkan ketiga unsur penting tersebut menjadi sebuah karya yang indah. Seperti karya seni lainnya, keramik juga memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembuatannya. Seniman harus mampu memadukan keterampilan tangan, konsentrasi pikiran dan rasio hati dalam waktu yang bersamaan.

Sebanyak 25 keramik yang dipamerkan, diciptakan dengan kombinasi teknik pinching (pijat jari), pilin, putar, dan slap (membentuk lempengan pada papan kayu) lalu diproses melalui pembakaran. Salah satunya adalah karya Rano berjudul “Menu Hari Ini.” Melalui karya nya ini, Rano mencoba mentafsirkan biasnya kebutuhan primer dan sekunder.

Pesan yang diusung oleh seniman dalam pergelaran karya ini adalah masyarakat mengetahui perkembangan seni kramik yang memiliki potensi sangat besar dan berkelanjutan. Selain itu, Agus Priyanto, peserta pemeran menambahkan “Saya berharap pameran ini dapat menginspirasi seniman muda lainnya serta mendorong lahirnya keramikus muda yang sarat akan eksperimentasi serta turut melestarikan seni keramik sebagai seni rupa murni”.

Rani Anggraini selaku Manager House of Sampoerna berharap melalui pameran ini masyarakat lebih mengenal, mengapresiasi bentuk seni keramik murni. “Semoga, pameran ini dapat menginspirasi generasi muda untuk menjelajahi dan mendalami jenis-jenis seni rupa, selain menjadi ajang pertemuan dan diskusi para pelaku dan pencinta seni khususnya seni keramik.” (*)