SHARE
Beberapa alat berat disiapkan untuk proyek tahap awal pengeboran sumur gas bumi di Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (9/1). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan rencana Lapindo Brantas untuk mengebor sumur gas baru di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat semburan lumpur Porong. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww/16.

primaradio.co.id – Di tengah protes masyarakat dan opini publik penolakan pengeboran gas oleh PT Lapindo Brantas Inc di Desa Kedung Banteng, Tanggulangin, Sidoarjo, yang berimbas penghentian ditanggapi oleh Ahli Geologi.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengda Jatim.Handoko Teguh Wibowo ST MSc, mengatakan bahwa lokasi pengeboran di desa Kedung banteng tersebut aman dari semburan. Pernyataan yang dikeluarkannya tersebut berdasarkan data-data dari hasil penelitiannya sejak semburan ada hingga saat ini. Dari hasil pengamatan dan penelitian, arah patahannya hingga memetakan zona-zona yang berbahaya hingga zona yang aman. Pihaknya juga mengklaim hasil penelitian tersebut sudah di publish di jurnal internasional tahun 2010 lalu dan tahun 2012 lalu saya juga mempresentasikannya di seminar internasional.

Handoko juga mengaku jika dirinya sangat berempati pada korban lumpur yang hingga kini masih trauma dan mungkin masih ada haknya yang belum dibayarkan. Namun diluar hal itu dirinya harus menyampaikan hasil penelitian riil yang sebenarnya. Sedangkan tentang daerah yang masuk zona patahan atau bahaya justru sumur Ngunut 19. Tapi tidak terjadi semburan karena kedalamannya tak sampai sedalam lumpur yang ada saat ini, yakni sekitar 3 kilometer (km). Apalagi dengan sumur pengeboran baru yang akan digali 1 km kedalamannya.

Ditambahkan, sebenarnya tahun 2006 lalu juga pernah dilakukan pengeboran 200 meter dari pusat semburan lumpur. Dimana pengeboran ini dilakukan sedalam 3,5 km untuk memasukkan semen ke sumber semburan. Meskipun dekat dengan pusat semburan justru sama sekali tak ada semburan gas apalagi lumpur, karena kawasan itu bukan wilayah patahan.