SHARE

primaradio.co.id – Sektor industri farmasi berupa bahan baku obat terbuka 100 persen untuk investasi asing di dalam negeri pasca revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang baru diumumkan oleh Menteri Perindustrian.

Menurut Menteri Perindustrian RI Saleh Husin mengatakan bahwa bahan baku obat masih lebih dari 90 persen impor. Sehingga, untuk mengurangi import adalah dengan memproduksi dalam negeri. Pemerintah membuka seluas-seluasnya bagi investor asing untuk membangun pabrik bahan baku obat dengan kepemilikan hingga 100 persen di dalam negeri.

Saleh juga menambahkan, jika dibangun di dalam negeri maka akan mengurangi devisa yang keluar akibat impor, yang pada akhirnya bisa menekan harga obat. Selain itu, investasi yang masuk juga akan menyerap tenaga kerja di dalam negeri dan meningkatkan aktivitas perekonomian.

Revisi DNI di sektor farmasi, khususnya industri bahan baku obat merupakan bukti bahwa pemerintah mendukung berkembangnya industri-industri bahan baku obat di Indonesia. Sebelumnya, kepemilikan asing pada industri bahan baku obat dibatasi maksimal 85 persen, kemudian menjadi terbuka 100 persen setelah keluar dari DNI baru.