SHARE

primaradio.co.id – Sebanyak 34 kontainer buah-buahan impor yang disita di Terminal Petikemas Surabaya, merupakan satu dari 11 kasus yang ditemukan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, selama tiga tahun terakhir.

Menurut Kepala Bidang Tumbuhan Balai Besar Karantina Surabaya Imam Djajadi, mengatakan bahwa sebelumnya pada tahun 2015, ditemukan 1 kontainer asal Korea yang bermasalah. Pada tahun 2014 juga ditemukan 2 hingga 3 kasus barang impor yang tidak lulus badan keamanan pangan dan mengandung logam berat. Baik importir dan PT yang terkait dalam pengiriman impor buah ini, akan dikenai tindakan hukum.

Imam juga menambahkan, dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992, tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 150.000.000,00, atau dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000,00 sesuai Pasal 31 Undang -Undang Nomor 16 tahun 1992. Terbongkarnya penyelundupan bersistem oplosan barang ini bukan kejadian yang pertama. Sebelumnya ada kiriman bawang putih dari Tiongkok yang dioplos dengan bawang merah, dan terdeteksi BBKP Surabaya. Adapun negara yang sering melakukan pelanggaran impor antara lain Korea, India dan Tiongkok.