SHARE

primaradio.co.id – Tingginya minat warga Kota Surabaya untuk tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) dibatasi oleh tiga syarat utama. Diantaranya, ber-KTP Surabaya, bekerja di wilayah Surabaya dan belum punya rumah. Dan diperkuat keterangan dari RT, RW, dan Kelurahan.

Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Tanah dan Bangunan (DPTB) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengatakan bahwa sesuai dengan aturan, rusunawa untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang dalam aturan sebelumnya tertulis gaji dibawah Rp 3 juta. Namun, karena di Surabaya UMK telah mencapai 3 juta keatas, maka tidak ada persyaratan khusus terkait gaji.

Terkait adanya warga rusunawa yang membawa mobil, beberapa menyatakan bila mobil itu adalah alat kerja mereka. Yaitu pekerjaannya sebagai pengemudi yang bertugas membawa mobil itu sehari-hari. Selain itu, banyaknya mobil yang parkir di halaman rusun, terlepas dari warga kampung di sekitar rusun yang titip di parkiran rusun. (zum/nji)