SHARE
Pemkot Surabaya siap ngelar operasi pasar selama Ramadhan (Foto: Akke Andhika)

primaradio.co.id – Jelang memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjamin ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idul Fitri 2018. Pemkot juga akan menggalakan operasi pasar untuk menjaga harga tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Operasi pasar murah akan digelar di 62 titik di 31 kecamatan se-Kota Surabaya mulai tanggal 10 Mei hingga 10 Juni 2018.

“Nah untuk bulan suci Ramadhan, memang ada kecenderungan soal harga yang menlonjak tinggi. Namun tahun kemarin tidak terjadi kenaikan yang tinggi. Karena pemkot terus mengadakan operasi pasar. Rencana untuk operasi pasar mulai tanggal 10 sampai 10 bulan juni setiap hari ada dua kelurahan”, kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji saat jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya.

Rencananya operasi pasar akan dilakukan di dua kelurahan dalam sehari, dan akan digilir ke 62 kelurahan di 31 kecamatan yang ada di Surabaya. lanjut Joestamadji, kegiatan operasi pasar ini akan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, dan perusahaan daerah seperti RPH untuk kesiapan daging, PD Pasar Surya untuk bahan pokok dan PDAM.

Terkait dengan sasaran operasi pasar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati menegaskan masyarakat tidak perlu kawatir karena sebelum periode Ramadhan ini Dinas Perdagangan dan juga dinas-dinas lainnya sudah melakukan operasi pasar sebanyak 300 kali, sehingga sudah mengetahui sasaran dan apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Sejak Bulan Januari, kami rutin menggelar operasi pasar, hingga saat ini sudah ada 300 titik operasi pasar selama Bulan Januari-Mei ini. Kami juga siap mendukung operasi pasar di Bulan Ramadan ini,” kata Wiwiek. Lanjutnya, Dinas Perdagangan juga sudah berkoordinasi dengan distributor besar Sembilan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyatakat dan sudah melakukan sidak ke pasar untuk mengontrol harga setiap harinya bersama PD Pasar Surya. Dengan demikian masyarakat tidak perlu resah akan ketersediaan dan kualitas bahan pokok pada bulan Ramadhan tahun ini karena sudah diadakan sidak secara rutin.

Terkait dengan ketersediaan stok, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji menegaskan bahwa stok dapat dibilang cukup aman sampai lebaran nanti. Joestamadji mencotohkan beras yang sudah ada stok 37 ton, sementara kebutuhan kota surabaya hanya 17 ton. Jadi bisa dibilang cukup sampai lebaran nanti.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Widodo Suryantoro juga memastikan siap mendukung operasi pasar yang akan menstabilkan harga selama Bulan Ramadan. Bahkan, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan IKM dan UKM untuk turut serta mengikuti operasi pasar yang akan digelar di 62 titik di 31 kecamatan se Kota Surabaya. “Nanti kami akan gerakkan IKM dan UKM untuk turut serta dalam operasi pasar ini, karena sebagian besar diantara mereka menjadi distributor besar,” kata Widodo.

Sementara itu, perusahaan daerah (PD) milik Pemerintah Kota Surabaya juga siap mendukung kegiatan operasi pasar murah ini, Salah satunya PD Rumah Potong Hewan yang memastikan sudah menyiapkan daging-daging segar untuk dijual selama Bulan Ramadhan.

“Kami siap mendukung operasi pasar di 62 titik di 31 kecamatan. Kami juga menjual daging segar di kantor RPH Jalan Pegirian, mulai pukul 08.00-21.00 Wib. Selama Bulan Ramadan ini, kami sengaja memperpanjang penjualan daging di kantor, supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya,” kata Direktur Jasa dan Niaga PD RPH Bela Bima Ferial Java.

Selain PD RPH, perusahaan daerah lainnya juga mendukung agenda operasi pasar ini, Direktur Teknik PD Pasar Sura Zandi F mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk mengontrol lonjakan harga di pasar-pasar Surabaya. Bahkan, setiap hari dia mengaku selalu memberikan laporan estimasi harga yang ada di pasaran. “Selain itu, kami juga selalu berusaha menggelar bazar atau operasi pasar yang lebih dekat dengan para konsumen,” kata Direktur Teknik PD Pasar Surya Zandi Ferryansah.

Selain menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok, Pemkot Surabaya juga mengantisipasi adanya kelangkaan air selama bulan Ramadhan. Menurut Direktur operasional PDAM, Dody Sudaryono khususnya daerah Surabaya Utara dan Surabaya Barat akan menjadi konsen utama PDAM Surya Sembada. (alf/bee)