SHARE
GM Jasa Marga Cabang Surgem, A.J Dwi Winarsa (Foto: Alfi Purnomo)

primaradio.co.id – Ruas Tol Surabaya Gempol diprediksi tidak terjadi lonjakan lalu lintas yang signifikan pada arus mudik dan arus balik tahun ini dan bahkan cenderung menurun seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, menurut General Manager Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol, A.J Dwi Winarsa akan terjadi lonjakan lalu lintas pada H-7 hingga H+8 Lebaran.

“Kami antisipasi libur bersama tangal 11-19, lonjakan lalin terjadi di H-7 sampai dengan H+8. Menurut estimasi kami ada peningkatan 14% di arus mudik dan 27% di arus balik” kata General Manager Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol, A.J Dwi Winarsa, saat Press Confrence bersama wartawan di Plaza Tol Kota Satelit, Rabu (6/6).

Diprediksi lonjakan lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik akan terjadi pada H-7 lebaran dengan kenaikan sebesar 14% dari LHR atau sebesar 244.129 Kendaraan dari rata-rata kondisi normal sebesar 213.891 kendaraan. Sementara untuk arus balik diprediksi lalu lintas relative trsebar dimana puncaknya akan terjadi pada H+7 dengan kenaikan sebesar 28,56% dari LHR.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan tersebut, Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol sudah memetakan dimana letak titik-titik yang rawan akan kepadatan kendaraan, diantaranya Gerbang Tol Sidoarjo 2, Gerbang Tol Kejapanan 1 dan Gerbang Tol Suramadu. Selain itu untuk mengantisipasi kepadatan tersebut pihak Jasa Marga akan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas dan penambahan Gardu.

“Sebagai antisipasi lonjakan tersebut kami siapkan tambahan gardu di Japanan 1 kami tambah 2 gardu” imbuh A.J Dwi Winarsa.

Sementara itu, dalam arus mudik dan balik tahun ini Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol akan mengoprasikan kurang lebih 45 Km yang terdiri dari 37 Km Ruas Jalan Tol Surabaya – Gempol, 5 Km Jembatan Suramadu dan 3,5 Km Ruas Kejapanan – Gempol. Selain itu dalam arus mudik dan balik tahun ini Ruas Tol Pandaan Malang khususnya Karanglo akan digunakan sebagai Tol Fungsional.

“Kami Jasa marga surabaya gempol mengoprasikan 37 km ruas yang sudah beroprasi + 4km di porong gempol kemudian nyambung ke ruas gempol pandaan kemudian gempol pasuruan ada sebagian fungsional, di pandaan arah malang khususnya karanglo”, kata GM Jasa Marga Cabang Surabaya – Gempol itu.

Sedangkan khusus untuk Gerbang Tol Suramadu, diprediksi lonjakan lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik adalah sebesar 6,7% dari LHR atau sebesar 28.527 kendaraan dari rata-rata kondisi normal 26.737 kendaraan, dan diperkirakan akan terjadi pada H-2 lebaran. Sedangkan arus balik diprediksi akan terjadi pada H+8 lebaran.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi di pintu Tol Suramadu, Jasa marga akan melakukan penambahan akses masuk untuk kendaraan roda 2 dengan melakukan pembongkaran pagar BRC. Dan kendaraan roda dua dapat masuk melalui samping kiri gerbang tol, kemudian masuk jalur jembatan suramadu melalui lokasi bongkaran pagar tersebut. (alf/bee)