SHARE

primaradio.co.id – Mulai tahun ini, Jawa Timur memberlakukan moratorium untuk pendirian SMA baru. Tak hanya SMA Negeri, namun juga SMA swasta baru dilarang berdiri di seluruh wilayah Jawa Timur. Alasannya, selain semakin banyaknya SMA, jenjang sekolah ini kurang memberi kontribusi pada kemampuan vokasi siswa.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan bahwa yang dibutuhkan untuk memangkas penangguran adalah membekali anak didik dengan ketrampilan dan keahlian. Ilmu terapan akan mampu mengantarkan siswa pada kemandirian ekonomi. Sehingga, pihaknya akan mendorong pendidikan SMK.

Saat ini tercatat, sebanyak 600 SMA di Jatim, 221 SMA berstatus negeri dan selebihnya adalah swasta. Sementara untuk SMK negeri dan swasta di Jatim ada sekitar 1.800 sekolah.

Soekarwo juga menambahkan, moratorium itu berlaku untuk pendirian sekolah baru SMA apa pun. Baik negeri maupun swasta. Apalagi ada kecenderungan warga atau kelompok masyarakat nekat mendirikan SMA ala kadarnya.