SHARE

primaradio.co.id – Dari semua kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk di Jawa Timur, sebagian besar tercukupi dari bahan import. Hanya sebagian kecil kebutuhan warga Indonesia yang merupakan barang hasil produksi dalam negeri.

Menurur Ketua Ginsi (Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia) Jawa Timur, Bambang Sukadi mengatakan bahwa kebutuhan import masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan, beras, gula dan garam yang kebutuhan paling pokok saja masih import. Hal tersebut terlihat dari jumlah permintaan API (Angka Pengenal Import) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tahun 2014 jumlahnya sekitar 2.700. Dan saat ini jumlahnya naik menjadi lebih dari 3.000 yang memiliki API. Padahal, yang tergabung dalam Ginsi baru sekitar 700.

Bambang juga menambahkan, jika jumlah API meningkat, berarti peluang import semakin besar. Di sisi lain, angka ekspor mengalami penurunan. Itu berarti industry dalam negeri mengalami kemerosotan, dan pihaknya menyebut bahwa kondisi itu cukup membahayakan bagi ekonomi Indonesia di masa mendatang.(zum/nji)