SHARE

primaradio.co.id – Gubernur Jawa Timur mengancam akan tidak hadir dan melantik kepala daerah terpilih hasil pilkada lalu, jika datang ke lokasi pelantikan dengan mengajak istri lebih dari satu.

Menurut Istri Gubernur Jawa Timur Ny Nina Soekarwo, mengatakan bahwa ancaman tidak melantik tersebut muncul menyusul kemenangan pasangan di sebuah kabupaten di Jatim, dimana calon wakilnya memiliki dua istri. Karena gubernur tidak berkenan melantik kepala daerah, maka dirinya selaku ketua Penggerak PKK Propinsi Jatim, juga ‘toleransi’ tidak akan melantik Ketua PKK -nya.

Nina juga menambahkan, begitu dinyatakan menang, wakil kepala daerah tersebut mendapat permintaan dari pemkab tersebut, agar kedua istri calon kepala daerah itu dilantik bersama-sama. Hal tersebut dinyatakan bahwa pengangkatan pengurus PKK bukan masalah pemerataan.