SHARE

primaradio.co.id – Jika sebelumnya lulusan kedokteran usai mengikuti koas selama 2 tahun bisa langsung bekerja sebagai seorang dokter, kini para sarjana kedokteran diharuskan bisa mengikuti uji kompetensi.

Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa uji kompetensi itu dilakukan agar mahasiswa bisa mendapat surat tanda registrasi (STR) dan gelar dokternya. Jika belum lulus dalam ujian kompetensi tersebut maka STR dan gelar dokternya belum bisa diberikan.

Nasir juga menambahkan, perguruan tinggi yang memiliki prodi kedokteran tingkat kelulusannya hanya 18 persen. Ada juga yang tingkat lulusannya hanya 24 persen. Sehingga, diharapkan prodi kedokteran bisa merekrut mahasiswa kedokteran yang memang memiliki passion di bidang tersebut.

Saat ini terdapat 69 prodi kedokteran di sejumlah perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Dari jumlah tersebut ada yang akreditasinya A, ada juga B sampai C. Akreditasi C ini yang perlu diperhatikan. Sehingga, perlu memprioritaskan pada mutu.(Zum/Nji)