SHARE
Modul Pembelajaran Siswa SD bagi daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal di Indonesia (Foto: Dok UK Petra)

primaradio.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UK Petra dan Universitas Surabaya (Ubaya) saling berkolaborasi usung kegiatan bertajuk United for Others (UFO) 2021. “Mengambil tema Enlight: Extending the Length of Touch, kami berharap peserta dapat lebih peduli terhadap peningkatan pemerataan pendidikan dan edukasi bencana alam di Indonesia.”, urai Samuel Christian mahasiswa program Finance and Investment UK Petra sekaligus ketua panitia UFO 2021.

Tahun ini, kegiatan UFO diikuti oleh 168 mahasiswa berbagai program/program studi dari UK Petra dan Ubaya. Dibagi menjadi dua sektor yaitu sektor seni dan pendidikan, peserta sektor seni harus membuat comic strip mengenai mitigasi bencana alam serta penanggulangan bencana alam di Indonesia. Sedangkan peserta sektor pendidikan harus membuat modul pembelajaran IPA dan matematika sederhana.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari tiga orang mahasiswa. Samuel menambahkan nantinya modul pembelajaran dan comic strip yang sudah jadi ini akan dicetak untuk modul IPA sejumlah 350 eksemplar, modul Matematika sejumlah 350 eksemplar dan sektor Seni (comic strip) sejumlah 280 eksemplar.

“Akan dibagikan ke 70 titik wilayah Terdepan, Terpencil, Tertinggal (3T) di Indonesia secara gratis. Kini kami sedang proses percetakan dan rencananya akan selesai akhir bulan ini. Kemudian akan didistribusikan kurang lebih ke 3500 anak-anak SD. Kami tak sendiri, kami bekerja sama dengan Yayasan Tangan Pengharapan, Athaya Widyanata Indonesia, Kelompok Studi Psikologi Bencana (KSPB) Ubaya dan Habibat for Humanity Indonesia untuk proses ini.”, tambah Samuel.

Sebelum para mahasiswa mengerjakan modul ini, para peserta sejak bulan April 2021 harus mengikuti kegiatan Technical Meeting dan workshop terlebih dahulu melalui zoom. Gunanya agar para peserta memahami cara membuat modul ini. Modul IPA membahas secara umum mulai dari anggota tubuh manusia, jenis-jenis hewan, jenis tumbuhan, lingkungan hingga pemanfaatan Sumber Daya Alam.

Sedangkan modul matematika berisi mulai dari pembahasan perkalian, pengurangan, pembagian, operasi hitung campuran, bilangan desimal, aplikasi persen dan lain-lain. Sektor seni menghasilkan dua modul yaitu volume 1 dan volume 2 yang dipenuhi dengan cerita gambar yang berwarna dan menarik perhatian.

Luasnya Indonesia dan tidak meratanya sisi teknologi serta infrastruktur inilah yang membuat program ini dijalankan. “Semoga dengan memberikan yang kami pelajari saat di bangku kuliah ini bisa membuat anak-anak Indonesia semakin mudah mengakses pendidikan.”, tutup Samuel. (*)