SHARE

primaradio.co.id – Komisi Pemilihan Umum targetkan mendatangi 1,9 juta rumah dalam melakukan proses pencocokan dan penelitian atau coklit se-Indonesia.

Proses cokllit sendiri merupakan salah satu tahapan dalam pemilihan umum. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan yang akan melakukan proses coklit adalah petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang akan berkunjung secara langsung ke rumah warga.

Arief juga mengatakan KPU menargetkan setiap PPDP mendatangi lima rumah dalam sehari untuk melakukan proses coklit. Sementara jumlah PPDP se-Indonesia lebih dari 300 ribu orang. Karena itu KPU optimis dalam sehari PPDP bisa mendatangi sekitar 1,9 juta rumah melalui gerakan pencocokan dan penelitian serentak nasional.

“Kami target setiap PPDP akan mencocokkan data di lima rumah. Kita punya tiga ratus ribu lebih PPDP kalau dikalikan lima akan ketemu angka 1,9 juta rumah. Kalau setiap rumah ada 4 pemilih hampir 8 juta data yang didapatkan, “ungkap Arief kepada reporter Primaradio.

Arief juga menambahkan gerakan pencocokan dan penelitian secara nasional dimulai sejak 20 Januari dan berlangsung selama satu bulan kedepan. Bagi warga yang belum memiliki KTP elektronik akan tetap terdaftar sebagai pemilih tetap asalkan sudah memiliki surat keterangan dari dispendukcapil.

Sementara itu Walikota Surabaya Tri Rismaharini memintapanitia pemutakhiran data pemilih melakukan proses kroscek secara tepat karena hasilnya akan berpengaruh pada terciptanya keadilan bagi masyarakat yang memiliki hak pilih. (*)