SHARE
Kawah Ijen salah satu obyek wisata yang akan dikunjungi para peraih medali emas Asian Games (Foto: Banyuwangi Bagus)

primaradio.co.id – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, masih tetap dibuka untuk wisatawan mancanegara dan domestik.

“Kunjungan ke Kawah Ijen masih tetap dibuka sampai ada surat edaran resmi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur,” kata Kepala Bidang KSDA Wilayah 3 Jember Setyo Utomo saat ditemui di Kantor Bidang KSDA Jember, Selasa.

Pelaksana harian Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Yarman membuat surat edaran tentang klarifikasi terkait surat yang disampaikan kepada Bupati Bondowoso dan Bupati Banyuwangi tentang pemberitahuan rencana penutupan kunjungan ke Kawah Ijen secara tentatif pada 3-30 September 2018 yang beredar di media sosial.

“Pihak KSDA masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak seperti dinas pariwisata dan rekanan yang mengerjakan pembangunan sarana wisata di Kawah Ijen untuk mendapatkan solusi terkait rencana penutupan taman wisata alam tersebut,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, Balai Besar KSDA masih belum melakukan penutupan secara resmi untuk wisata alam yang dikenal dengan “blue fire” tersebut karena masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

“Kami akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut kepada masyarakat tentang penutupan TWA Kawah Ijen secara resmi nantinya,” katanya.

Berdasarkan data Bidang KSDA 3 Jember tercatat kunjungan wisatawan ke TWA Kawah Ijen sejak Januari hingga Juni 2018 tercatat sebanyak 65.353 wisatawan domestik dan 7.736 wisatawan mancanegara.

Sebelumnya Balai Besar KSDA Jatim mengirimkan surat edaran perihal rencana penutupan kunjungan ke TWA Kawah Ijen kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Bondowoso Amin Said Husni tertanggal 21 Agustus 2018.

Dalam surat edaran tersebut, penutupan Kawah Ijen dilakukan dalam rangka pengamanan kawasan TWA Ijen dari bahaya kebakaran hutan dan untuk mendukung acara pertemuan “Annual Meeting International Monetary Fund – World Bank” di Bali pada Oktober 2018.

Pada Agustus-September, kawasan TWA Kawah Ijen rawan bahaya kebakaran hutan, sehingga perlu dilakukan kegiatan pencegahan berupa pembatasan kunjungan ke gunung yang memiliki ketinggian 2.443 meter dari permukaan laut (mdpl) itu.

Dalam surat edaran itu juga disebutkan, rencana penutupan dilakukan untuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana wisata, pemasangan “base transceiver station” (BTS) dan pemasangan jaringan listrik hingga kawasan Pos Paltuding.

Untuk percepatan pembangunan sarana dan prasarana wisata, serta pencegahan kebakaran hutan di TWA Kawah Ijen dalam rangka kenyamanan pengunjung khususnya tamu “Annual Meeting International Monetary Fund – World Bank” maka akan menutup kunjungan ke Kawah Ijen pada September 2018.(bee)

Sumber: Antara Jatim