SHARE

primaradio.co.id – Pemerintah Kota Surabaya tengah berupaya mengamankan aset berupa bekas tanah kas desa (BTKD) yang masih diklaim warga.

Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Maria Eka Theresia Rahayu, mengatakan bahwa saat ini Pemkot menghadapi sidang sengketa tanah BTKD di wilayah Gunung Anyar. Ada satu persil lahan di sana kurang lebih seluas 300 meter persegi yang diklaim warga. Sejauh ini, lahan BKTD yang menjadi milik Pemkot tersebar di 20 kecamatan di lima wilayah. Totalnya lebih dari 1.000 lokasi. Dari jumlah itu, sebagian yang belum diamankan dalam bentuk sertifikasi tanah.

Selama tahun 2015 lalu setidaknya ada sebanyak 611 titik aset Pemkot yang berhasil disertifikatkan. Angka itu dari target 687 titik aset uang disertifikatkan. Oleh sebab itu pihaknya bertekad agar tahun ini setidaknya sertifikasi aset bisa lebih banyak.

Yayuk juga menambahkan, pengurusan sertifikat tanah ini tidak mudah. Ada beberapa tahapan yang memang membutuhkan waktu yang lama. Mulai dari survei, pengukuran oleh BPN hingga menunggu sertifikat tersebut dikeluarkan. Lamanya proses keluarnya sertifikasi inilah yang membuat progres sertifikasi aset menjadi lama dan bergerak lambat. Akan tetapi selain menempuh jalur hukum, pihaknya pemkot juga melakukan pengamanan fisik aset BTKD. (zum/nji)