SHARE

primaradio.co.id – Kasus demam berdarah yang meningkat dari tahun 2014, menginspirasi lima mahasiswa swasta di Surabaya untuk berinovasi menciptakan pengusir nyamuk herbal. Mereka mendemonstrasikan proses pembuatan ekstrak kulit durian dan bunga kenanga menjadi anti nyamuk elektrik.

Tak hanya dua bahan itu, juga memanfaatkan buah pinang sebagai lotion dan tetes air pembunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Menurut mahasiswa Muhammadiyah Surabaya dari Program Studi Analis Kesehatan, Holisatul Nisa, Lihabi, Cintya, Suseno, dan lslam Mulyadin mengatakan bahwa kelimanya mencoba memanfaatkan bahan alami yang memiliki khasiat setara dengan bahan kimia yang biasa digunakan untuk produk pengusir nyamuk. Diantaranya adalah minyak atsiri yang ada di kulit durian bisa mengusir hingga membunuh nyamuk. Minyak atsiri itu juga mudah menguap dan mengedarkan aroma yang tidak disukai nyamuk itu ke ruangan yang dipasangi anti nyamuk elektrik itu.

Kelimanya mengekstrak bahan-bahan alami tersebut dengan cara destilasi. Pembuatannya pun tidak membutuhkan waktu yang lama, yaitu hanya satu hari.
Ekstraknya tidak lama, tapi penelitian tersebut dilakukan sudah satu tahun untuk menemukan bahan dan kadar yang pas. Untuk anti nyamuk elektrik dari ekstrak kulit durian dan bunga kenanga yang dipasangkan pada lampu tidur, sudah dilakukan pengujian dan terbukti cukup ampuh. Sedangkan lotion dan tetes air pembunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti dari buah pinang juga mampu mematikan dan mengusir nyamuk. (zum/nji)