SHARE
Warga berfoto di depan Jl. Tunjungan (Primaradio/Akke Andhika)

primaradio.co.id – Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan, Rek ayo rek rame rame bebarengan, Cak ayo cak sopo gelem melu aku, Cak ayo cak nggolek kenalan cah ayu….

Alunan lagu ‘Rek Ayo Rek’ terus bergema menemani warga Surabaya yang memadati sepanjang Jalan Tunjungan Surabaya meramaikan acara ‘Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan’ yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Sabtu (24/2).

Meski sore hari sempat diguyur hujan, tidak menghalangi kemeriahan acara ini. 120 stand makanan dan minuman serta kerajinan tertata rapi di tengah-tengah Jalan Tunjungan. Masyarakat tinggal memilih kuliner apa yang jadi kegemarannya. Ada gado-gado, lontong balap, semanggi suroboyo, dan aneka kuliner khas lainnya.

Tidak hanya menikmati kuliner dan berbelanja hasil kerajinan UKM binaan Pemkot Surabaya, pengunjungpun menyempatkan diri berselfie ria, ber-wefie ria dan tak sedikit pula pengunjung yang sibuk mengabadikan momen menikmati aneka kuliner khas Surabaya.

Beragam pertunjukan seni dan panggung musik pun ikut meramaikan suasana akhir pekan di Jalan Tunjungan Surabaya.

Sebelum matahari terbenam, tim Primaradio bergegas menghampiri salah seorang pemilik stand kuliner khas Surabaya. Lontong Balap pak Gendut. Siapa yang tidak mengenal makanan yang satu ini. Agus, yang bertugas menjaga stand Lontong Balap Pak Gendut berharap kegiatan semacam ini terus digiatkan karena dapat mengenalkan kekayaan kuliner khas Surabaya.

“Harapannya bisa meningkatkan kuliner khas Surabaya, mengenalkan ke semua pecinta kukiner bahwa Surabaya juga nggak kalah, punya kuliner yang khas, “ujar Agus.

Kami pun kembali berjalan menghampiri pasangan suami istri bernama Azwar Hakim dan Miftahul Jannah yang sedang asyik menikmati kuliner di salah satu stand.

“Sayang hujan, tapi tetaplah pengen menikmati lontong kupang dan semanggi, karena tujuan kami memang pengen nmenikmati dua kuliner ini, “kata Azwar Hakim.

“Kalau bisa acara seperti ini terus dipertahankan, ini bagus untuk mengembangkan UMKM di Surabaya,”harap warga Gunungsari ini.

Senja semakin menghampiri, kami terus berjalan menyusuri sepanjang Jalan Tunjungan, dan kamipun menemukan seorang wanita yang berasal dari Munich, Jerman.

Suzanne, yang kebetulan ditugaskan program mengajar di salah satu SMA Negeri di Surabaya bersama seorang rekannya kebetulan ingin melihat-lihat acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Suzanne mengaku belum menikmati satupun makanan di stand kuliner, tapi dia berjanji akan mencicipi kuliner yang tersaji disini.
Meski hanya sesaat berada di Surabaya, namun Suzanne sudah jatuh cinta sama rawon, nasi goreng, bakmi goreng, dan telur asin.

Malam pun tiba, suasana semakin ramai ditambah kehadiran Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Meski berdesakan dengan kerumunan warga, Risma tetap berjalan menebar senyum dan sapa kepada warga yang tumpah ruah ingin melihat orang nomor satu di Surabaya ini.

Sungguh mengesankan, karena tidak hanya warga Surabaya, namun mereka yang berasal dari Jakarta, Banyuwangi, Batam dan perwakilan beberapa negara juga ikut memeriahkan acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan. (bee)